FASILITAS PENUNJANG (MANAJEMEN JASA)

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha yang bertambah pesat seiring dengan perkembangan teknologi telah membawa pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dengan adanya persaingan yang ketat dalam dunia usaha baik perdagangan maupun industri produk dan jasa serta adanya peningkatan tuntutan kosumen bukan hanya sebatas produk atau barang yang dikonsumsinya tetapi juga peningkatan mutu pelayanan/jasa akan produk tersebut.
Persaingan yang semakin ketat ini mengharuskan perusahaan untuk mengelola semua sumber daya yang ada secara optimal untuk dapat survive di dunia usaha yang cendrung mengalami perubahan dengan cepat. Persediaan akan barang merupakan salah satu sumber daya penting bagi kelangsungan hidup suatu perusahaan.
Rumah Sakit merupakan salah satu bentuk usaha jasa yang memberikan pelayanan kesehatan dalam memenuhi hidup masyarakat, dimana rumah sakit pada zaman sekarang ini buan lagi hanya bagaimana seseorang itu lekas sembuh. Perkembangan yang sangat signifikan terhadap berjamurnya klinik-klinik dan rumah sakit, sehingga pihak manajemen harus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada paasien bukan hanya cara menyembuhkannya saja tetapi juga menerapkan bagaimana memberikan fasilitas-fasilitas pendukung kepada pasien.
Karena itu penulis tertarik mengupas masalah Supporting Facilities (Fasilitas Penunjang) pada Rumah Sakit dengan tujuan meningkatkan layanan jasa kepada konsumen dalam hal ini pasien.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Jasa
Globalisasi, teknologi dan inovasi terus berubah dan berjalan seiring majunya zaman, dimana perkembangan pasar sangat dinamis dan penuh persaingan, perusahaan akan sulit mempertahankan eksistensinya jika hanya bertahan pada produknya yang sekarang. Oleh karena itu, pengembangan produk baru merupakan suatu hal yang penting bagi perusahaan.
Pengembangan tersebut meliputi pembuatan produk yang baru atau penyempurnaan dari produk yang sudah ada dengan memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen serta dapat menciptakan kepuasan bagi konsumen (pelanggan)
Secara umum terdapat 2 jenis bentuk produk yang ditawarkan kepada para pelanggan. Pertama adalah produk manufaktur (barang), merupakan produk yang sifatnya nyata, hadir secara fisik, dapat dilihat dan disentuh. Kedua adalah produk berupa jasa, di mana jasa adalah sebuah pelayanan yang ditujukan kepada pelanggan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut. Sifat dari jasa adalah kebalikan dari produk manufaktur, tidak dapat dilihat bentuknya, tidak dapat disentuh, dan secara fisik tidak dapat diketahui bentuknya, hanya dapat dirasakan apakah mampu memenuhi keinginan pelanggan atau tidak.
Secara umum jasa merupakan setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan (oleh satu pihak kepada pihak lain) yang pada dasarnya tidak berwujud serta tidak menghasilkan kepemilikan. Kotler menyatakan bahwa jasa adalah berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh salah satu pihak dalam memberikan penawaran pada pihak lain dalam wujud tidak kasat mata dan tidak mengakibatkan kepemilikan atas sesuatu hal; produksinya bisa atau tidak bisa terikat pada suatu produk secara fisik.
Jasa memegang peran penting dalam pertumbuhan perekonomian karena jasa merupakan mata rantai dari semua sektor perekonomian; yang terlihat dari pengelompokan jasa sebagai berikut:
o Business Services
 Finance, Banking, Consulting
o Trade Services
 Retailing, Repair, Maintenance
o Infrastucture services
 Transportation, Communication
o Personal (Social) Services
 Health care, Restaurants
o Public Administratipn Services
 Education, Government

B. Karakteristik jasa
Ada 4 karakteristik utama jasa,yaitu: tidak berwujud (intangibility), tidak dapat dipisahkan (inseparability), bervariasi (variability), dan tidak dapat disimpan (perishability) (Kotler, 2001).
Selain itu karakter dari jasa dapat digambarkan sebagai berikut :
• Produk jasa tidak berdiri sendiri, bisa terkait dengan barang (goods and service mix)
o Jasa Murni: Medis, Akuntan, Pengacara, Konsultan dan Asuransi
o Jasa dilengkapi barang seperti; Angkutan Udara & cargo, Hotel dan lain-lain
• Sifat khusus dari jasa adalah dimana jasa yang ditawarkan tidak dapat dipisahkan dari mutu / kualitas yang menyediakan jasa itu sendiri sehingga harus diberikan perhatian atau penekanan khusus terhadap personal yang menawarkan jasa

Sifat Dasar Sektor Jasa
• Karakter jasa yang perlu kita ketahui antara lain.:
o Bersifat tidak burwujud / maya (intangible) sehingga penjual harus mampu menjelaskan kepada pembeli melalui alat,informasi dan penampilan
o Produk jasa tidak standar atau sulit dibakukan karena situasi dan pembeli ikut menentukan
o Pengukuran efektivitas pelayanan bersifat subjectif
o Dibeli dan dikonsumsi pada saat yang sama atau tidak dapat disimpan
o Terdapat hubungan yang erat antara jasa yang ditawarkan dengan orang atau lembaga yang menawarkan jasa
o Pilihan dipengaruhi emosi
o Berkaitan dengan keterampilan sehingga tidak bisa diproduksi secara massal
o Usaha jasa sangat mementingkan unsur manusia
o Distribusi langsung dari penawar kepada pembeli
o Jasa tidak dapat disimpan sedangkan pada sisi lain permintaan tidak stabil

C. Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang merupakan sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa dapat ditawarkan kepada konsumen. Misalnya, bangunan dan lapangan parkir suatu rumah sakit merupakan fasilitas penunjang. Pada perusahaan jasa penerbangan, yang menjadi fasilitas penunjang adalah pesawat terbang dan pada jasa pusat olah raga golf adalah lapangan golf.

C.1 Servicescapes
Servicescape adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh booming dan Bitner untuk menekankan dampak lingkungan fisik di mana suatu proses pelayanan berlangsung. Jika Anda mencoba untuk menggambarkan perbedaan pelanggan ditemui ketika memasuki cabang mengatakan seperti McDonald’s dibandingkan dengan restoran keluarga kecil, konsep servicescapes mungkin terbukti bermanfaat. Booming dan Bitner menetapkan servicescape sebagai “lingkungan di mana layanan ini berkumpul dan di mana penjual dan pelanggan berinteraksi, dikombinasikan dengan komoditas nyata bahwa kinerja atau memfasilitasi komunikasi layanan”
Servicescape mungkin bisa disamakan dengan ‘pemandangan’. Hal ini termasuk fasilitas eksterior (lanskap, desain eksterior, signage, parkir, sekitar lingkungan) dan fasilitas interior (interior desain & dekorasi, peralatan, signage, tata letak, kualitas udara, suhu dan suasana). Servicescape bersama dengan bukti fisik lainnya seperti kartu nama, alat tulis, laporan penagihan, laporan, karyawan gaun, seragam, brosur, halaman web dan bentuk servicescape virtual yang ‘Bukti fisik’ dalam pemasaran jasa.
Servicescape tidak didefinisikan seperti di atas. Definisi di atas adalah definisi untuk bukti fisik. bukti fisik terdiri dari servicescape dikombinasikan dengan unsur-unsur yang nyata, jadi servicescape merupakan bagian dari bukti fisik.
Merancang lingkungan fisik untuk Mempengaruhi Perilaku Karyawan dan Pelanggan
• Kondisi Ambient: latar belakang karakteristik seperti tingkat kebisingan, musik, pencahayaan, suhu, dan aroma.
• Penataan Ruang dan Fungsi: Bagian penerimaan tamu, sirkulasi jalan karyawan dan pelanggan, dan titik fokus.
• Tanda, Simbol, dan Benda: seleksi, orientasi, lokasi, dan ukuran objek.

C.2 Desain Fasilitas
* Sifat dan Tujuan Organisasi Jasa
* Ketersediaan Lahan dan Persyaratan Space
* Fleksibilitas
* Keamanan
* Faktor Estetika
* Komunitas dan Lingkungan

D. Proses Analisis
Sebuah operasi terdiri dari proses yang dirancang untuk menambah nilai dengan mengubah input menjadi output berguna. Mungkin masukan bahan, tenaga kerja, energi, dan peralatan modal. Keluaran dapat berupa produk fisik (mungkin digunakan sebagai masukan kepada proses lain) atau layanan. Proses dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja bisnis, dan peningkatan proses dapat meningkatkan daya saing perusahaan.
Langkah pertama untuk meningkatkan proses adalah dengan menganalisis itu untuk memahami kegiatan, hubungan mereka, dan nilai-nilai metrik yang relevan. Proses analisis umumnya melibatkan tugas-tugas berikut:
• Tentukan batas-batas proses yang menandai entry point dari masukan proses dan exit point dari output proses.
• Buatlah diagram alir proses yang menggambarkan aktivitas berbagai proses dan hubungan mereka.
• Tentukan kapasitas setiap langkah dalam proses. Hitung langkah-langkah lain yang menarik.
• Identifikasi bottleneck, yaitu langkah memiliki kapasitas terendah.
• keterbatasan Evaluasi lebih lanjut untuk mengukur dampak dari kemacetan.
• Gunakan analisis untuk membuat keputusan operasi dan meningkatkan proses.

JENIS PROSES JASA DENGAN TANTANGANNYA

Jenis Layanan Proses Contoh Jasa Karakteristik Tantangan Manajemen
Kontinu (Continuous)

Aliran (Flow)

Batch

Job Shop

Proyek Elektrik utility

Kafetaria

Perusahaan penerbangan

Rumah Sakit

Konsultasi Pengiriman terputus

Urutan operasi tetap

Kelompok pelanggan diperlakukan secara simultan

Banyak departemen khusus

Ada suatu keterlibatan Memelihara dan perencanaan kapasitas

Mengatur staf untuk menuntut fluktuasi

Harga aset rusak (persediaan kursi)

Menyeimbangkan pemanfaatan dan penjadwalan pasien

Staf dan penjadwalan

Proses Flow Diagram
Batas-batas proses didefinisikan oleh titik masuk dan keluar dari input dan output dari proses tersebut. Setelah batas didefinisikan, diagram alir proses (atau proses flowchart) adalah alat yang berharga untuk memahami proses dengan menggunakan elemen grafis untuk mewakili tugas, arus, dan penyimpanan. Berikut ini adalah diagram alir untuk proses yang sederhana memiliki tiga kegiatan sekuensial:
Simbol dalam diagram aliran proses didefinisikan sebagai berikut:
Empat persegi panjang: merupakan tugas. (OPERATION)
Panah: merupakan arus. Arus termasuk aliran material dan aliran informasi. Arus informasi dapat mencakup pesanan produksi dan petunjuk. Aliran informasi dapat mengambil bentuk secarik kertas yang mengikuti materi, atau mungkin diarahkan secara terpisah, mungkin di depan material untuk mempersiapkan peralatan. Aliran material biasanya diwakili oleh garis solid dan arus informasi oleh garis putus-putus. (FLOW)
Segitiga terbalik: merupakan penyimpanan (inventory). Penyimpanan sampah biasa digunakan untuk mewakili persediaan bahan baku, barang dalam proses, persediaan dan persediaan barang jadi. (WAIT).
Diamond : keputusan (DECISION)
D. Tata Letak/Layout
Tata letak (layout) merupakan salah satu keputusan yang menentukan efisiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang. Tata letak memiliki berbagai implikasi strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan keluarga dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta mutu kehidupan kerja.
Tata letak yang efektif dapat membantu perusahaan dalam mempertimbangkan berbagai faktor yaitu:
1. Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan, dan manusia.
2. Arus informasi, bahan baku, dan manusia yang lebih baik. Keputusan tata letak sering kali berada pada persoalan yang sangat kompleks sehingga usaha pencairan pemecahan masalah yang
3. Peningkatan moral karyawan dan kondisi kerja yang lebih aman.
4. Lebih memudahkan konsumen.
5. Flexibel

Tujuan Layout adalah mengatur areal kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman, dan nyaman sehingga dapat meningkatkan moral kerja yang baik dari operator. Pengaturan Layout memberikan manfaat dalam sistem produksi, antara lain: Menaikan output Produksi Mengurangi waktu Tunggu Mengurangi proses perpindahan barang Menghemat penggunaan area Peningkatan daya guna pemakaian mesin, peralatan, TK & Fasilitas Produksi Mengurangi Kemacetan dan Kesimpangsiuran Memperbaiki moral dan kepuasan kerja Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Rancanagan Tata Letak (Layout) Yaitu:
1. Integrasi secara menyeluruh atas semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi
2. Jarak pindah barang diupayakan seminimal mungkin
3. Aliran kerja berlangsung secara normal
4. Semua area dimanafaatkan secara efektif & Efesien
5. Kepuasan kerja dan rasa aman pekerja dijaga sebaik-baiknya.
6. Pengaturan tata letak harus fleksibel.
Langka-Langkah merancang Layout, yaitu:
1. Analisis Produk yaitu menganalisis jenis dan jumlah produk yang harus dibuat.
2. Analisis Proses adalah menganalisis jenis dan urutan proses pengerjaan produk.
3. Analisis Jenis & jumlah mesin/peralatan seta luas area yang dibutuhkan.
4. Rancangan layout mesin dan departemen
5. Menetapkan prosedur atau metode pengaturan layout (Tipe Layout), meliputi : Layout dengan posisi tetap Layout berorientasi pada proses Layout perkantoran Ritel layout Lay out Gudang Layout berorientasi produk.

Keputusan mengenai tata letak mencakup penempatan yang terbaik dari mesinmesin (dalam setting produksi), kantor, dan meja-meja (dalam setting kantor), atau pusat pelayanan (dalam setting semacam rumah sakit atau departemen store). Tata letak yang efektif mendukung arus bahan baku, manusia dan informasi, dalam dan di antara wilayah.
Tujuan manajemen adalah untuk mengatur sistem tersebut (tata letak) sedemikian rupa supaya sistem mampu beroperasi dengan efektifitas dan efisiensi yang tinggi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tata letak ini, ada berbagai pendekatan yang telah dikembangkan.

Ada 6 Pendekatan layout (Tipe Layout),Yaitu: Layout dengan posisi tetap (Fixed Position Layout), biasanya untuk proyek besar yang memerlukan tempat luas seperti pembuatan jalan layang atau gedung Layout berorientasi pada proses (Prosses Oriented Layout), adalah sebuah layout yang berkaitan dengan volume produksi rendah & variasi tinggi “Job Shop” Layout perkantoran (Office Layout) bagaimana menempatkan tenaga kerja peralatan kantor dan ruang kantor yang melancarkan arus informasi Layout Usaha Eceran (Relatilk Layout) menempatkan rak dan pemberian tanggapan atas prilaku konsumen Layout Gudang (Warehouse Layout), mengefesienkan ruang penyimpanan. Layout berorientasi produk (Product Oriented Layout), Pemanfataan tenaga kerja dan Mesin yang terbaik dalam proses produksi. Dari keenam strategi tata letak ini, hanya beberapa saja yang melalui analisis matematika yang ekstensif. Tata letak dan desain fasilitas fisik juga mengandung nilai seni, di samping nilai ilmiah.

BAB III
ANALISIS KOMPARATIF

Rumah Sakit merupakan jenis usaha layanan jasa yang bergerak dalam bidang kesehatan.
Untuk menilai dan atau mengukur suatu kualitas jasa perlu pemahaman mengenai dimensi kualitas jasa. Menurut Van Looy suatu model dimensi kualita jasa yang ideal harus memenuhi beberapa syarat antara lain seperti :
1. Dimensi harus bersifat satuan yang komprehensif, artinya dapat menjelaskan karakteristik secara menyeluruh mengenai persepsi terhadap kualitas karena adanya perbedaan dari dimensi-dimensi yang diusulkan.
2. Model juga harus bersifat universal, artinya masing-masing dimensi harus bersifat umum dan valid untuk berbagai spektrum bidang jasa.
3. Masing-masing dimensi yang diajukan haruslah bersifat bebas
4. Sebaiknya jumlah dimensi dibatasi (limited)
Untuk mendapatkan bagaimana penerapan dimensi-dimensi diatas pada layanan kesehatan di rumah sakit, dapat dijelaskan dibawah ini :
a. Kehandalan (Reliability) : janji ditepati sesuai jadwal, diagnosisnya terbukti akurat
b.Daya tanggap (Responsiveness) : dapat diakses, tidak lama menunggu, bersedia mendengarkan keluh kesah pasien
c. Empat (assurance) : pengetahuan, keterampilan, kepercayaan, reputasi dokter maupun tenaga medis lainnya
d. Empati (Empathy) : Mengenal pasien dengan baik, mengingat masalah (penyakit, keluhan, dan lain-lain) sebelumnya pendengar yang baik, sabar
e. Produk-produk fisik (Tangible) : Ruang tunggu, ruang operasi, peralatan, informasi secara tertulis dan jelas.
Mari kita kaji karakteristik operasi Jasa.
a. Terdapat Kontak Langsung dengan Customer. Apakah anda pernah mengadakan kontak dengan produsen mobil atau kulkas? Mungkin tidak karena anda membelinya melalui dealer. Berbeda dengan operasi jasa. Contohnya adalah Anda sebagai mahasiswa merupakan konsumen dari pendidikan di perguruan tinggi yang turut berpartisipasi dalam operasi jasa. Anda hadir dalam kuliah, belajar, ujian, mendapatkan nilai dan akhirnya anda mendapat gelar.
b. Adanya partisipasi konsumen dalam operasi jasa. Aspek penting operasi jasa adalah keterlibatan customer. Contohnya, keberhasilan suatu studi mahasiswa akan tergantung dari usaha mahasiswa. Diagnosis dokter yang tepat akan sangat tergantung dari informasi yang disampaikan oleh pasien.
c. Jasa sifatnya tidak tahan lama. Jasa tidak dapat disimpan. Dokter atau dokter gigi akan menghandle pasiennya hanya selama jam praktek. Sifat yang tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan akan menjadi masalah ketika permintaan jasa sangat banyak atau sangat kurang. Cara mengatasinya adalah dengan cara : Pertama, menerapkan sistim reservasi, pembuatan janji atau memberikan potongan harga pada waktu-waktu tertentu. Kedua, persoalan kapasitas dapat diatur dengan menggunakan tenaga paruh waktu selama jam-jam sibuk atau menjadwalkan karyawan sesuai permintaan. Ketiga, dengan memaksa customer untuk menunggu
d. Pemilihan tempat usaha ditentukan oleh lokasi konsumen. Mengingat organisasi jasa memiliki kontak langsung dengan konsumen, maka lokasi usaha harus dekat dengan konsumen. Baik bagi usaha jasa yang didatangi oleh konsumen, seperti bank, bioskop, dll maupun usaha jasa yang mendatangi konsumen, seperti jasa pemadam kebakaran, ambulan, dll.
e. Padat karya. Karyawan bagi usaha jasa merupakan sumber daya yang sangat penting. Kinerja karyawan dalam berhubungan dengan konsumen sangat mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan. Masalah pada operasi jasa adalah bagaimana menjaga karyawan agar tetap trampil dan terdidik, masalah menjaga moral karyawan
f. Output tidak standar / variable. Output layanan disesuiakan dengan kebutuhan individu customer. Jasa yang dihasilkan bervariasi karena yang diinginkan customer juga berbeda-beda. Contohnya adalah : barber shop, klub kesehatan dll
g. Output tidak berwujud.
h. Sulit mengukur produktivitas jasa. Cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan indek yang mengukur beberapa aspek produktivitas dan mengevaluasi perubahan indek antar waktu. Pengukuran produktivitas sangat penting untuk mengetahui kualitas jasa. Kualitas yang rendah mengharuskan untuk mengulangi pelayanan yang berarti produktivitas menjadi rendah.

Oleh karena itu sebuah rumah sakit dalam hal memberikan layanan jasa kepada pasien bukan hanya dalam bentuk tindakan langsung dari pelayan jasa dokter atau perawatnya saja. Tetapi secara tidak langsung Fasilitas Penunjang juga sangat mempengaruhi tingkat pelayanan. Fasilitas penunjang ini merupakan salah satu paket jasa (service package)
Fasilitas penunjang merupakan sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa dapat ditawarkan kepada konsumen. Misalnya, bangunan dan lapangan parkir suatu rumah sakit merupakan fasilitas penunjang. Pada perusahaan jasa penerbangan, yang menjadi fasilitas penunjang adalah pesawat terbang dan pada jasa pusat olah raga golf adalah lapangan golf.
Kriteria yang sering digunakan konsumen untuk menilai karakteristik ini adalah kesesuaian arsitektural (architectural appriateness), dekorasi interior, tata letak fasilitas dan peralatan pendukung yang dimiliki perusahaan, suasana yang tenang dan keleluasaan menggunakannya
Tata letak (layout) merupakan salah satu keputusan yang menentukan efisiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang. Tata letak memiliki berbagai implikasi strategis karena tata letak menentukan daya saing perusahaan keluarga dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta mutu kehidupan kerja.

Tujuan Layout adalah mengatur areal kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman, dan nyaman sehingga dapat meningkatkan moral kerja yang baik dari operator. Pengaturan Layout memberikan manfaat dalam sistem produksi, antara lain: Menaikan output Produksi Mengurangi waktu Tunggu Mengurangi proses perpindahan barang Menghemat penggunaan area Peningkatan daya guna pemakaian mesin, peralatan, TK & Fasilitas Produksi Mengurangi Kemacetan dan Kesimpangsiuran Memperbaiki moral dan kepuasan kerja Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Rancanagan Tata Letak (Layout) Yaitu:
1. Integrasi secara menyeluruh atas semua faktor yang mempengaruhi faktor produksi
2. Jarak pindah barang diupayakan seminimal mungkin
3. Aliran kerja berlangsung secara normal
4. Semua area dimanafaatkan secara efektif & Efesien
5. Kepuasan kerja dan rasa aman pekerja dijaga sebaik-baiknya.
6. Pengaturan tata letak harus fleksibel.
Langka-Langkah merancang Layout, yaitu:
1. Analisis Produk yaitu menganalisis jenis dan jumlah produk yang harus dibuat.
2. Analisis Proses adalah menganalisis jenis dan urutan proses pengerjaan produk.
3. Analisis Jenis & jumlah mesin/peralatan seta luas area yang dibutuhkan.
4. Rancangan layout mesin dan departemen
5. Menetapkan prosedur atau metode pengaturan layout (Tipe Layout), meliputi : Layout dengan posisi tetap Layout berorientasi pada proses Layout perkantoran Ritel layout Lay out Gudang Layout berorientasi produk

Keputusan mengenai tata letak mencakup penempatan yang terbaik dari mesinmesin (dalam setting produksi), kantor, dan meja-meja (dalam setting kantor), atau pusat pelayanan (dalam setting semacam rumah sakit atau departemen store). Tata letak yang efektif mendukung arus bahan baku, manusia dan informasi, dalam dan di antara wilayah.
Tujuan manajemen adalah untuk mengatur sistem tersebut (tata letak) sedemikian rupa supaya sistem mampu beroperasi dengan efektifitas dan efisiensi yang tinggi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tata letak ini, ada berbagai pendekatan yang telah dikembangkan.
Tata letak yang berorientasi pada proses, lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 29 berikut ini. Gambar 29. Tata Letak Proses Ruang Gawat Darurat Pada gambar 29. di atas menunjukkan bahwa pasien A (penderita pata tulang) masuk keruangan RGD, ke radiologi, ke ruangan operasi, ke tempat tidur, ke apoteker lalu ketempat penagihan. Pasien B (masalah alat pemacu jantung) masuk keruang RGD, ke ruangan operasi, ke tempat tidur, ke labotaratorium, ke tempat tidur lalu ketempat penagihan. Dalam perencanaan tata letak proses, taktik yang paling umum dipakai adalah mengatur departemen atau pusat kerja dalam lokasi-lokasi yang paling ekonomis. Pada banyak fasilitas, penempatan optimal dengan lokasi yang paling ekonomis ini berarti minimisasi biaya penanganan hahan baku. Perencanaan tata letak proses mencakup penempatan departemen-departemen yang arus unit produk atau manusia antardepartemennya deras.

BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan
Berdasarkan analisis komparasi yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan:
1. Fasilitas penunjang merupakan sumber daya fisik yang harus ada sebelum suatu jasa dapat ditawarkan kepada konsumen. Misalnya: bangunan, ruang operasi dan lapangan parkir
2. Keputusan mengenai tata letak mencakup penempatan yang terbaik dalam setting semacam rumah sakit. Tata letak yang efektif mendukung arus bahan baku, manusia dan informasi, dalam dan di antara wilayah.
Rekomendasi
Rumah Sakit Umum seharusnya belajar dan membenahi diri pada rumah sakit swasta yang ada tentang fasilitias pengdukung dan tata letaknya agar pasien memiliki rasa kepuasan untuk menuju manusia yang sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s