Archive for the ‘MOTIVASI’ Category


Pada bulan maret kemarin, istri dan kedua anak saya yang tercinta liburan ke Bandung sekalian merapi-rapikan kos-kosan ku yang berada di sekitaran jalan Siliwangi Gandog Bandung. Beberapa hari kemudian sesampainya mereka ke Bandung, saya membawa mereka jalan-jalan ke tempat-tempat wisata yang ada di kota kembang ini. Salah satu tempat yang menarik adalah kebun binatang yang berdekatan dengan kampus ITB Bandung.

Dari sekian jenis hewan yang ditangkarkan disana, gajah merupakan binatang yang menarik perhatian saya. Lalu saya ceritakan kepada anak-anak saya mengapa mereka dirantai. Matthew dan Mutiara, gajah adalah salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang tadinya hidup bebas di dalam hutan. Gajah ini memiliki berat hampir 3 ton alias 3000 kilogram. Karena beratnya apapun yang diinjaknya pasti akan hancur.

Mereka dibawa ke kebun binatang ini untuk dipelihara, dilatih dan dipertontonkan ke orang ramai, makanya kakinya dirantai biar dia tidak bebas keluyuran kemana-mana biar tidak ada korban. Kemudian jagoan saya (Matthew) bertanya: Bapak, apa tidak keberatan membawa mereka dari hutan ke kebun binatang ini?

Saya menjawab anak saya tersebut, Matthew : Gajah itu tidak sebesar ini dibawa dari hutan ke kebun binatang ini. Gajah ini dibawa oleh pawang gajah sewaktu mereka masih kecil, kemudian salah satu kaki belakang mereka dirantai karena gajah merupakan salah satu binatang yang susah diatur dan tenaganya sangat besar. Makanya kaki yang dirantai itu dikaitkan pada sebuah tiang besar sehingga anak gajah tersebut hanya akan bisa bergerak sampai sebatas panjang rantai yang diikatkan tersebut.

Matthew pun kembali bertanya, tadi bapak bilang gajah punya tenaga besar, kenapa sudah besar gini gajah ini tak mau melepaskan diri dari rantai yang membelenggunya pak? Sambil tersenyum bangga saya menjawab pertanyaan anak sulung saya tersebut. Sesungguhnya pada saat pertama kali kaki anak gajah itu diikatkan dengan rantai, sang anak gajah tersebut sudah meronta-ronta pingin melepaskan ikatan tersebut. Tetapi tenaganya pada saat itu belum mampu melepaskan ikatan rantai tersebut, makanya semenjak itu anak gajah itu hanya bergerak sejauh jarak rantai kakinya selama ini, karena sudah berulang kali dicoba untuk melepaskanya tetapi sang gajah tetap saja tidak bisa memutus rantai tersebut.

Makanya sampai sekarangpun gajah itu telah tumbuh dewasa, dia sudah menjadi sangat terbiasa untuk hanya bergerak sebatas yang selama ini dia lakukan., dan dia tidak pernah mencoba lagi untuk memutuskan rantai itu meskipun dengan ukuran rantai yang sama saat pertama kali dirantai, karena dia merasa dia dahulu pernah mencoba dan gagal. Makanya gajah itu tidak berani melangkah lebih jauh dari batas rantainya selama ini.

Lalu, sambil tersenyum saya mengajak istri dan kedua anak saya untuk melihat-lihat binatang yang lain tanpa meneruskan filosopi dari rantai gajah tersebut kepada anak saya. Dalam benak saya pada saat itu belum saatnya untuk menjelaskan lebih jauh tentang filosopi tersebut kepada anak yang masih berumur 6 tahun.

Dari pengalaman saya dikebun binatang tersebut, ilustrasi rantai gajah tersebut memiliki makna yang berkaitan dengan kehidupan empirik kita sehari-hari. Salah satu kaki belakang gajah yang diikat oleh rantai tersebut ibarat kehidupan kita yang hanya berada pada lingkaran masa lalu. Dalam artian lain masa lalu masih terus mengikat kita untuk tidak berani melangkah terlalu jauh, bila Anda tidak berani mencoba sesuatu yang baru.

Misanya saja dengan perubahan zaman yang begitu cepat, mulai dari era agraria, era industri, era informasi dan teknologi (IT), sampai ke era inovatif. Dimana perubahan itu terjadi begitu cepat ibarat kecepatan cahaya, yang apabila kita masih memiliki cara berpikir/paradigma lama dan tidak bisa mengikuti perubahan yang ada, kita dapat diibaratkan dengan seekor gajah yang dirantai kakinya sejak kecil. Oleh karena itu perubahan bukan untuk ditakuti, tetapi perubahan harus disikapi dengan bijak.

Demikian juga dengan apa yang disampaikan oleh Nelson Mandela “Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi kita dapat mengubah masa depan”, mengajak kita meninggalkan masa lalu kita dan merubah diri untuk perbaikan dimasa mendatang seiring dengan perubahan tersebut sehingga kita terlepas dari belenggu rantai gajah yang menyakitkan tersebut.

Advertisements

Jika kita dihadapkan dengan pertanyaan apa keyakinan kita, sering kita menjawab dengan menyebut agama yang kita anut. Didalam agama kita masing-masing selalu diajarkan tentang betapa pentingnya keyakinan kita terhadap apa yang kita anut.
Keyakinan akan memberikan kehidupan, kekuatan dan tindakan kepada kita. Dengan memiliki keyakinan, hidup kita akan lebih terarah dan mempunyai kepastian.

Keyakinan dapat juga sebagai sebuah unsur yang bisa merubah getaran pemikiran biasa, dari pikiran yang terbatas menjadi suatu bentuk padanan yang masuk ke dalam koridor spiritual dan merupakan dasar dari semua “mukjizat”, serta misteri yang tidak bisa dianalisis dengan cara-cara ilmu pengetahuan.

Disisi lain keyakinan merupakan sebuah media tunggal yang memungkinkan untuk membangkitkan suatu kekuatan dari sumber energi tanpa batas di dalam diri anda dan mengendalikannya untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia itu sendiri
Keyakinan merupakan sebuah titik awal untuk menuju kemakmuran dan kebahagiaan sejati. Keyakinan dapat diibaratkan sebagai sebuah tongkat pengungkit yang akan melejitkan diri anda keatas, ketempat dimana berkumpulnya komponen-komponen sebuah kesuksesan.

Dengan memiliki prinsip keyakinan, niscaya hidup anda akan selalu mencapai kejayaan dan kesuksesan dengan catatan jikalau keyakinan itu digunakan secara konstruktif.


Betapa sangat bernilainya Waktu yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di kutub manapun dia diatas bumi ini pasti mengenal waktu yang sama dimana 1 menit sama dengan 60 detik, 1 jam sama dengan 60 menit, 1 hari sama dengan 24 jam, satu minggu sama dengan 7 hari, dan seterusnya.

Apa arti satu tahun bagi anda yang sedang menjalani sekolah atau perkuliahan? Coba anda bayangkan jikalau anda ketinggalan satu mata kuliah saja (tinggal kelas), maka anda akan ketinggalan satu tahun dengan teman-temanmu yang lain.

Bagi ibu yang memiliki anak prematur delapan bulan sangat menyesalkan waktu yang satu bulan lagi supaya anaknya tidak lahir prematur.

Satu hari sangat bernilai bagi seorang tukang becak untuk mencari sesuap nasi demi kebutuhan hidup keluarganya. Beliau berpanas-panas ria dibawah terik matahari dan terkadang mandi hujan demi perut sejengkal. Om becak benar-benar menghargai satu hari tersebut.

Bagi anda remaja putra maupun putri yang sedang duduk di bangku SLTA ataupun di bangku kuliah dimanapun anda yang sedang berada pada masa transisi pendewasaan, alangkah membosankannya jikalau anda menunggu sang doi pujaan dan tambatan hatimu selama satu jam. Satu jam memiliki arti dan nilai tersendiri bagi anda tentunya.

Saya teringat pada masa diklat di prapatan Atrium Jakarta beberapa tahun yang lalu. Saya hendak bergegas mengejar sesuatu ke tanah abang dari terminal kereta api senin. Tetapi saya telat satu menit, sehingga saya ketinggalan kereta. Satu menit memiliki nilai yang sangat berarti dalam hidup kita. Benar bukan?

Satu detik merupakan saat yang tidak terasa sama sekali ibarat kita mengedipkan mata saja. Tetapi satu detik sangat bernilai bagi korban kecelakaan jalan raya untuk diberi pertolongan pertama sebelum dia dibawa ke rumah sakit terdekat.

Bagi atlet lari waktu sangat bernilai bagi mereka. Coba kita bayangkan tangisan sang runner up pada piala sea games, hanya karena 0,01 detik ia tidak dapat menempati posisi sebagai jawara.

Sungguh tragis bukan dengan logika berpikir waktu diatas, dimana kita dituntut untuk menghargai waktu yang ada dalam kehidupan kita dengan sebaik-baiknya. Terlebih kepada anda generasi muda sekarang ini, gunakan dan manfaatkan waktu anda sebaik mungkin untuk menjadi seseorang yang bernilai seperti halnya nilai waktu tersebut.


Pemikiran Kreatif merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk meraih segala sesuatu yang kita inginkan dalam hidup. Pemikiran kreatif ini tersalur dari ide-ide dalam diri kita sendiri. Ide-ide yang kita miliki merupakan pengaruh yang paling kuat dalam hidup kita.

Jadilah seseorang yang selalu berpikiran positif, bagi sebagian orang memang sesuatu hal yang tidak semudah dan sesederhana membalikkan telapak tangan. Kemauan yang kuat saja tidak akan dapat membantu kita melakukannya. Rasa yakin terhadap apa yang kita percayai dan pilihan untuk tidak memfokuskan diri pada apa yang tidak dapat kita lakukan atau kita kendalikan adalah kuncinya.

Selain itu kita juga dapat berusaha menjadi seseorang yang optimistis, dengan demikian kita dapat meningkatkan peluang kita untuk menjadi sukses.

EGOCENTRIS SANG CICAK

Posted: 21 October 2010 in MOTIVASI
Tags: , , ,

Cicak cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk. Hap…lalu disantap…..lezatnya. Anda tentu tidak asing lagi dengan bait lagu tersebut. Lagu “cicak di dinding” tersebut menggambarkan bagaimana usaha seekor cicak untuk mendapatkan makanan untuk dirinya sendiri. Cicak memiliki kebebasan untuk menentukan sendiri, kapan dan berapa lama cicak itu mencari makan. Cicak harus mencari makan dengan menggunakan waktu serta tenaganya untuk mengejar mangsa dari satu dinding ke dinding yang lain.
Cicak akan mati jika ia malas mencari makanan. Jika cicak melakukan suatu kesalahan akan menanggung akibat tidak akan makan atau mati. Misalnya kesalahan yang menyebabkan ia kehilangan salah satu atau dua kakinya, maka cicak itu akan mati.
Cicak adalah binatang yang tidak memiliki kebiasaan berbagi makanan dengan sesamanya. Apa yang didapatkannya akan dimakan sendiri. Cicak tidak berotong royong untuk mencari makanan layaknya semut, akan tetapi cicak melakukan sendiri dan untuk kepentingan sendiri. Berbeda misalnya seperti lebah dan semut yang bekerja sama dalam mencari makanan. Apabila seekor cicak mengalami musibah, kecelakaan atau kesalahan yang menimbulkan terganggunya aktivitas dia, maka cicak tersebut tinggal menunggu kematian. Tidak ada cicak yang membantu sesama cicak untuk bertahan hidup dengan memberinya makanan.
Demikian juga dalam kehidupan bersosial sehari-hari, saling bertolong-tolonganlah anda satu dengan yang lain. Jangan seperti cicak yang memiliki keegoisan dimana ia beranggapan bahwa ia hanya hidup sendiri dalam dunia ini. Jadikan hidupmu memberi nilai bagi manusia dan lingkungan sekitarmu untuk mencapai kemakmuran.


“Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah. Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura. Mengapa kita bersandiwara,…..”. Ini merupakan cuplikan bait lagu yang dinyanyikan oleh Ahmad Albar (Gong 2000).
Jika kita telaah lebih jauh, bait lagu tersebut terkandung makna bahwa kehidupan didunia ini seakan-akan sebuah kehidupan dalam sebuah panggung pertunjukan sandiwara atau drama. Sebuah panggung yang tentunya tidak terlepas dari peranan seorang sutradara dan skenario ceritanya.
Bila anda terlibat dan masuk sebagai pemeran atau pemain dalam panggung tersebut, maka anda dituntut harus mengikuti seluruh petunjuk dan arahan sang sutradara serta isi dari cerita skanarionya.
Jika seorang aktor/artis dapat menghayati peran yang dimainkannya, maka peran itu terasa wajar, tetapi bila yang terjadi adalah sebaliknya maka peran tersebut terlihat nyata kepura-puraan dan kebohongannya.
Demikian juga halnya dalam kehidupan anda sesungguhnya. Yang menjadi pembeda adalah didalam panggung sandiwara yang sebenarnya, anda harus tunduk kepada sutradara dan isi skenario cerita yang sudah dipersiapkan untuk anda. Jika anda melanggar aturan main yang ada atau anda tidak dapat menghayati peran yang harus anda mainkan, maka anda pasti dipecat olehnya.
Tetapi lain halnya jika anda berada didalam panggung kehidupan anda pribadi, maka yang menjadi penulis skenario cerita, pengatur lakunya dan sutradaranya adalah anda sendiri, bukan orang lain. Kemudian anda bisa mengambil peran yang ada didalamnya sesuai dengan keinginan, skenario cerita anda sendiri. Anda pun bisa mengatur prilaku kehidupan anda sendiri

MANUSIA KELEDAI

Posted: 28 September 2010 in MOTIVASI
Tags: , , ,

Suatu ketika seorang ayah beserta anaknya menuntun seekor keledai ke pasar. Ditengah jalan orang-orang lain melihat lelaki dan anaknya dan menyengir “Lihatlah kedua lelaki dungu itu. Mengapa mereka tidak menunggangi keledai itu?”
Laki-laki itu mendengar omongan mereka itu, dan meminta anaknya naik keatas punggung keledai. Seorang perempuan tua melihat mereka, “Bah sudah terbalik dunia! Sungguh anak tak tahu diri! Ia tenang-tenang diatas keledai sedangkan ayahnya yang tua dibiarkan berjalan.”
Kali ini anak itu turun dari punggung keledai dan meminta ayahnya yang naik. Seorang pria melihat dan memandang sang ayah, ”Orang tua tidak tahu diri, masak anak kecil dibiarkan berjalan, sedangkan dia enak-enak di atas punggung keledai…”
(more…)