Archive for the ‘AGAMA’ Category


Berdasarkan rapat Huria tanggal 15 Maret 1998, menetaslah keputusan untuk membangun rumah ibadah berukuran 10×20 meter diatas lahan seluas 20×40 meter yang berlokasi di Jl.Bunga Tanjung Kota Dumai. Peletakan batu pertama dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 28 April 1998. Pada tanggal 10 Mei 1998 dilaksanakan kebaktian minggu untuk pertama kalinya di gereja ini dan setiap tahunnya di tanggal inilah diperingati ulang tahun gereja HKBP Martin Luther. Dipimpin oleh Praeses Distrik I, Amang Pdt WP Tampubolon, tanggal 14 Mei 1999 diselenggarakan rapat huria persiapan resort pemekaran yang menghasilkan keputusan bahwa : Terbentuk Persiapan Resort Pemekaran sebagaimana satu point yang dibahas pada Sinode Godang HKBP 1998 HKBP Tanjung Selamat dan HKBP Jumrah merupakan huria pagaran HKBP Martin Luther huria Sabungan Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Praeses Dist I HKBP No.100/D01/Pers.Res/VII/1999 tentang Resort persiapan “Resort Bunga Tanjung” Peresmian HKBP Martin Luther menjadi Resort Bunga tanjung dilaksanakan pada tanggal 17 September 2000. Dan pagaran dari resort ini bertambah 2 yaitu HKBP Tanah Merah dan HKBP Eksodus Simpang Bangko.

Advertisements

Jum’at Agung

Posted: 21 April 2011 in AGAMA
Tags: , , ,

Jum’at Agung merupakan hari peringatan dimana Yesus rela mati untuk mengangkat dan menebus  manusia dari lumpur dosa yang kotor dan jahat. Hal ini  merupakan tindakan Yesus untuk memperbaiki hubungan antara manusia yang penuh dosa dengan Allah Bapa di Surga.  Karena  begitu besar kasih karuniaNya kepada kita manusia sehingga ia rela mati di kayu salib.

Salib Kristus yang dipenuhi oleh darah kudus seorang anak manusia harus dimaknai dengan baik oleh kita sebagai pengikut setiaNya. Memaknai  Salib Kristus bukan hanya merenung dan kemudian melakukan dosa-dosa kembali, tetapi salib Kristus kita pahami dalam kerangka pertobatan akan segala dosa-dosa yang kita perbuat dan menjauhkan perbuatan dosa itu jauh-jauh dari kehidupan kita. Karena itu Jum’at  Agung ini kiranya menyentuh hati kita untuk berbalik kepada Yesus dan memohon pengampunan sebab Yesuslah kayu yang hidup yang membawa kehidupan melalui penderitaan dan kematiannya di Golgata.

Meteraikan dan pikullah lah salib Kristus dalam kehidupan kita di  dunia ini, seperti Simon yang berasal dari Kirene yang memikul Salib Yesus ke bukit tengkorak / Golgata. Jangan pernah malu untuk memikul salib Yesus di kehidupan ini, karena dengan demikian Yesus membentuk dan mengubah kita menjadi saksi bahwa Kristuslah Juruslamat yang menebus dosa manusia. Kita bersaksi bahwa Dialah Mesias sejati yang membawa keselamatan bagi dunia.

Sabagai ilustrasi ada perlombaan memikul kayu salib dengan syarat para peserta tersebut harus bisa sampai ke seberang lembah. Kemudian dimulailah perlombaan tersebut. Saat itu ada satu peserta yang merasa terlalu berat untuk mengangkat kayu salib tersebut, ia pun tak habis akal sehingga di tengah jalan ia memotong kayu salib tersebut. Setelah dipotong, kemudian ia pun melanjutkan perjalanan. Tak cukup sampai disitu sampai ia pun harus memotong kayu salib tersebut sehingga menjadi kecil dan ringan untuk dibawa. Akhirnya sampailah ia sebagai orang yang pertama di bibir lembah dan alangkah terkejutnya ia. Kemudian ia berpikir bagaimana caranya supaya sampai ke seberang lembah. Sambil berpikir tibalah peserta yang lain dengan membawa kayu salib yang masih utuh dan memakai kayu salib tersebut sebagai media jembatan untuk sampai ke seberang dan menjadi pemenangnya.

Demikian juga dalam kehidupan imani kita, jangan pernah malu untuk memikul salib yesus karena salib itulah sebagai jalan bagi kita untuk sampai ke Sorga.

MEMAKNAI TELUR PASKAH

Posted: 20 April 2011 in AGAMA
Tags: , , ,

Teringat kembali akan tradisi mencari telur ketika saya masih kecil dulu. Pada minggu pagi sehabis melaksanakan kebaktian paskah, saya dan teman-teman sekolah minggu lainnya berlomba mencari telur yang disembunyikan oleh guru sekolah minggu di bagian-bagian tertentu dalam gereja dan pekarangan gereja.

Mengapa tradisi mencari telur ini diajarkan kepada anak-anak sekolah minggu, dan kenapa harus telur yang dicari? Sebuah pertanyaan yang gampang dijawab oleh anak-anak sekolah minggu saat itu. Dan jawaban dari tiap-tiap anak sekolah minggu ketika itu bervariasi, biasalah masih anak-anak. Ketika beranjak remaja barulah difahami makna sesungguhnya dari rutinitas mencari telur paskah yang dilakukan setiap tahunnya itu.

Anak-anak identik dengan selembar kain putih tanpa noda yang perlu mengetahui bahwa manusia masih  ada di dunia ini karena pengorbanan dan kasih Yesus yang rela berkorban disalibkan di kayu salib untuk menebus seluruh dosa umat manusia dan memperbaiki hubungan manusia dengan Allah Bapa di Surga. Anak-anak diajarkan agar mencari dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya.

Kemudian terlintas pertanyaan yang sering dilontarkan kebanyakan orang; mana yang duluan telur atau ayam? Telur merupakan benda mati sedangkan ayam adalah mahluk hidup. Tetapi secara empirik ayam yang merupakan mahluk hidup ini sebenarnya berasal dari telur yang merupakan benda mati. Sungguh kuasa Allah yang sangat luar biasa. Tetapi sebagian orang akan menjawab yang duluan ada itu adalah ayam karena ayamlah yang menghasilkan telur. Secara philosofi perdebatan tentang mana yang duluan ada antara ayam dan telur ini sulit dibuktian, yang terpenting adalah bahwa Allah telah menciptakan semua mahluk hidup di dunia ini.

Ilustrasi tentang telur dan ayam tersebut dapat menjawab pertanyaan tentang keidentikan paskah dengan telur? Pada hari ke-3 setelah Yesus disalib, mati dan dikuburkan, tepatnya pada hari minggu pagi  Yesus bangkit dan hidup kembali dan menggulingkan makam batu tempat Yesus dikubur.  Oleh karena Yesus hidup dari sesuatu yang mati sebelumnya maka telur dipakai sebagai simbol makam batu darimana Yesus Kristus keluar menyongsong hidup baru melalui Kebangkitan-Nya. Telur merupakan cikal bakal kehidupan dalam artian telur menetas menjadi seekor anak ayam yang kemudian dijadikan sebagai lambang bangkitnya sebuah kehidupan. Oleh karena itu telur dijadikan simbol bahwa oleh kebangkitan kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang berlimpah berkat.

Telur Paskah bukanlah sesuatu yang religius untuk dikultuskan atau disembah, tetapi ia hanyalah sebuah simbol yang dipakai untuk membuat orang yang percaya kepada-Nya lebih mendalami arti paskah yang sesungguhnya yaitu dengan pengorbanan dan penderitaan Yesus Kristus di kayu salib telah menjembatani kembali hubungan kita dengan Allah karena Yesus telah menebus dosa-dosa kita dengan darah-Nya yang kudus. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.” (Filipi 2:8)

Sesungguhnya Paskah merupakan  kemenangan Yesus Kristus yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa kebangkitanNya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa kebangkitanNya maka kepercayaan kita kepadaNya tidak berarti apa-apa dan kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya, karena kebangkitanNya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan yang pasti.



Ketika mereka sedang makan (paskah), Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-muridnya dan berkata : “Ambillah, makanlah, inilah tubuhku”. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikanya kepada mereka dan berkata :”Minumlah, kamu semua dari cawan ini. Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi aku berkata kepadamu : mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Belum pernah Ia berkata sejelas itu tentang kematian-Nya, atau bagaimana memberikan “pengampunan” kepada orang banyak. Bertahun-tahun kemudian, sementara murid-murid memikirkan apa yang terjadi malam itu, mereka melihat bahwa memecah-mecahkan  roti merupakan lambang dari menghancurkan tubuh-Nya di atas salib, dan bahwa cawan yang berisi anggur yang diberikan-Nya kepada mereka merupakan lambang darah-Nya telah makan roti dan minum anggur berulang kali. Kejadian yang sederhana ini menjadi lambang suci iman orang kristen.

Manakala Rasul Paulus berusaha menceritakan kepada jemaat di Korintus apa yang terjadi pada pesta perpisahan ia mengatakan, “Bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecahkannya dan berkata….. perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.”

Satu hal paling berkesan yang Yesus perbuat pada malam itu adalah menyerahkan roti dan anggur kepada Yudas. Ia  tahu sekali apa yang Yudas akan lakukan, namun Ia berkata kepadanya, bahkan kepada kita semua, “Ingatlah akan Aku”. Itu sudah cukup untuk melembutkan hati yang keras, tetapi Yudas terlanjur melangkah terlalu jauh.

Tidak lama kemudian Yesus mengejutkan peserta perjamuan itu dengan mengatakan, “sesungguhnya seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Mereka tidak yakin. Mereka menyangka mungkin ucapan-Nya keliru. Masing-masing coba mengingat apakah pernah mengucapkan atau melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan  malapetaka kepada Guru mereka. Satu persatu bertanya kepada-Nya, “bukan aku, ya Tuhan?” Ia tidak menyahut, sehingga Petrus memberi isyarat  kepada Yohanes, yang duduk di samping Yesus, agar mendapatkan siapa pengkhianat itu.

Yohanes berbisik kepada Yesus,”bukan aku, ya Tuhan?” Dengan lembut Yesus menyahut,”Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.”

Ketika Yesus mencelupkan tangan-Nya ke dalam pinggan ia menyerahkan kepada Yudas. Yudas yang berdiam diri sejak tadi sekarang balik bertanya sebagaimana murid yang lain, “Bukan aku ya Rabi?”

Sesungguhnya dialah orang yang berbuat seperti itu. Tetapi Yesus menjawab kepadanya,”engkau telah mengatakannya,” dengan kata lain menjawab”ya”. Kemudian Yesus berbisik kepada Yudas, yang tak seorang pun mendengarnya,”apa yang hendak kau lakukan, segeralah perbuat.” Seketika itu juga Yudas bangkit dan pergi ke luar.

ADVENT-3

Posted: 11 December 2010 in AGAMA

Wah, tak terasa kita sudah memijakkan kaki di Minggu Advent yang ketiga dalam artian bahwa Natal sudah dekat. Jikalau dua minggu advent sebelumnya penyalaan lilin berwarna violet maka pada Minggu Advent yang ketiga ini warna lilinnya berubah menjadi warna merah muda.

Makna dari lilin ini menggambarkan betapa besar sukacita kita di dalam menyambut kelahiran Yesus. Lilin berwarna merah muda ini mengingatkan kita akan kegembiraan dari pertobatan yang kita lakukan di dalam Minggu Advent.

Pada Minggu ini diberitakan pengharapan akan kedatangan Yesus yang kedua kalinya, sebagai hari penghakiman. Karena itu marilah kita merenung sejenak dan melakukan pertobatan untuk berubah menjadi lebih baik dihadapan Yesus agar kita siap menyambut kedatanganNya yang kedua kalinya dibumi ini.


Anak-anak merupakan ekspresi nyata dari kasih anda sebagai orang tua. Menurunkan anak-anak bukan merupakan suatu peristiwa bilogis belaka, melainkan menyangkut banyak hal yang lain. Bilamana sepasang suami istri menjadi ”sedaging”, mereka mengkombinasikan gen-gen mereka dalam suatu cara yang telah diberikan Allah dan menghasilkan seorang manusia sedaging yang mempersatukan mereka berdua. Kalau begitu, memang sudah merupakan rencana Allah bahwa anak-anak merupakan ekspresi dari kasih orang tua mereka.

Beruntunglah anak-anak yang dianggap demikian oleh orang tua mereka; mereka adalah “milik pusaka” yang membawa “berkat”. Hanya dengan menjadi orang tua seseorang dapat melihat beberapa sifat tertentu dari orang yang dikasihinya bergabung dengan beberapa sifatnya sendiri didalam seorang manusia yang lain.

Karena itu, sebagai orang tua yang baik ajarkanlah kasih terhadap anak-anakmu baik itu laki-laki maupun perempuan, tetap setia kepada Allah dan berjalan sesuai dengan kehendak-Nya agar berbahagia hidupmu sampai beranak cucu. Sebagaimana yang difirmankan Allah melalui Raja Daud sebelum akhir hayat hidupnya di 1 Raja-Raja 2 : 4 “dan supaya Tuhan menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni : Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup dihadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.”


Orang-orang kristen yang sungguh-sungguh berbahagia adalah orang-orang kristen yang dikendalikan oleh Kristus. Yesus berkata :”jikalau kamu tahu semua ini (prinsip-prinsip Allah yang tertera di dalam Alkitab), maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya” (Yohanes 13 : 17)
Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang secara otomatis dimiliki oleh orang Kristen. Masing-masing skenario dibawah ini menggambarkan seorang Kristen, namun kelihatan benar bahwa yang satu tidak berbahagia, sedangkan yang satunya lagi berbahagia.
Skenario pertama memperlihatkan bahwa kehiudpan spiritual orang Kristen yang dikendalikan oleh dirinya sendiri (KEAKUAN) dan ia hidup bebas dari Allah. Patut disayangkan bahwa kebanyakan orang Kristen berada dalam keadaan seperti ini, dan cara hidup seperti ini selalu menimbulkan ketidakbahagiaan. Bahkan, banyak orang Kristen yang hidup dengan cara ini merasa jauh lebih tidak berbahagia daripada orang-orang bukan Kristen karena, selain mengacaubalaukan hidup mereka dengan keputusan-keputusan egois yang mereka buat, mereka juga makin merasa tertegur oleh Roh Kudus yang diam di dalam diri mereka.
Kehidupan spiritual yang dikendalikan oleh Kristus merupakan skenario yang kedua dimana skenario ini memperlihatkan Kristus setiap hari memerintah dalam proses-proses pembuatan keputusan hidup. Bilamana Kristus mengendalikan kehidupan seseorang, orang itu akan berusaha untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan, dan sebaliknya Tuhan akan mengaruniakan kepada orang itu kasih, sukacita dan damai yang berlimpah-limpah sehingga hatinya selalu diliputi kebahagiaan sejati yang dirindukan oleh setiap manusia.