Jum’at Agung

Posted: 21 April 2011 in AGAMA
Tags: , , ,

Jum’at Agung merupakan hari peringatan dimana Yesus rela mati untuk mengangkat dan menebus  manusia dari lumpur dosa yang kotor dan jahat. Hal ini  merupakan tindakan Yesus untuk memperbaiki hubungan antara manusia yang penuh dosa dengan Allah Bapa di Surga.  Karena  begitu besar kasih karuniaNya kepada kita manusia sehingga ia rela mati di kayu salib.

Salib Kristus yang dipenuhi oleh darah kudus seorang anak manusia harus dimaknai dengan baik oleh kita sebagai pengikut setiaNya. Memaknai  Salib Kristus bukan hanya merenung dan kemudian melakukan dosa-dosa kembali, tetapi salib Kristus kita pahami dalam kerangka pertobatan akan segala dosa-dosa yang kita perbuat dan menjauhkan perbuatan dosa itu jauh-jauh dari kehidupan kita. Karena itu Jum’at  Agung ini kiranya menyentuh hati kita untuk berbalik kepada Yesus dan memohon pengampunan sebab Yesuslah kayu yang hidup yang membawa kehidupan melalui penderitaan dan kematiannya di Golgata.

Meteraikan dan pikullah lah salib Kristus dalam kehidupan kita di  dunia ini, seperti Simon yang berasal dari Kirene yang memikul Salib Yesus ke bukit tengkorak / Golgata. Jangan pernah malu untuk memikul salib Yesus di kehidupan ini, karena dengan demikian Yesus membentuk dan mengubah kita menjadi saksi bahwa Kristuslah Juruslamat yang menebus dosa manusia. Kita bersaksi bahwa Dialah Mesias sejati yang membawa keselamatan bagi dunia.

Sabagai ilustrasi ada perlombaan memikul kayu salib dengan syarat para peserta tersebut harus bisa sampai ke seberang lembah. Kemudian dimulailah perlombaan tersebut. Saat itu ada satu peserta yang merasa terlalu berat untuk mengangkat kayu salib tersebut, ia pun tak habis akal sehingga di tengah jalan ia memotong kayu salib tersebut. Setelah dipotong, kemudian ia pun melanjutkan perjalanan. Tak cukup sampai disitu sampai ia pun harus memotong kayu salib tersebut sehingga menjadi kecil dan ringan untuk dibawa. Akhirnya sampailah ia sebagai orang yang pertama di bibir lembah dan alangkah terkejutnya ia. Kemudian ia berpikir bagaimana caranya supaya sampai ke seberang lembah. Sambil berpikir tibalah peserta yang lain dengan membawa kayu salib yang masih utuh dan memakai kayu salib tersebut sebagai media jembatan untuk sampai ke seberang dan menjadi pemenangnya.

Demikian juga dalam kehidupan imani kita, jangan pernah malu untuk memikul salib yesus karena salib itulah sebagai jalan bagi kita untuk sampai ke Sorga.

Advertisements

Comments are closed.