“Waduh panasnya hari ini”. Kalimat ini akhir-akhir ini selalu kita dengar dan rasakan dilingkungan sekitar kita. Global Warming (pemanasan global), ya itulah fenomena yang terjadi akhir-akhir ini dan menjadi sebuah isu utama yang diangkat di dunia internasional.
Fenomena perubahan iklim (climate change), harus dicari pemecahan masalahnya secara bersama-sama karena banyak sisi negatif yang sangat merugikan dari perubahan iklim dan pemanasan global tersebut. Selain fenomena tersebut, dapat kita lihat pada fakta-fakta dibawah ini :
– Petani mengalami kerugian karena tidak teraturnya lagi masa cocok tanam yang diakibatkan oleh perubahan/pergeseran musim kemarau dan musim hujan
– Di beberapa daerah terjadi kebakaran lahan akibat keringnya lahan tersebut
– Terjadi banjir dimana-mana. Kejadian terakhir adalah banjir bandang di wasior Papua Barat
– Angin puting beliung sering melanda, terakhir terjadi di tanah karo
Mengapa ini semua bisa terjadi? Apakah dunia ini sudah menjadi tua dan tidak bersahabat lagi dengan penghuninya? Apakah Tuhan sedang marah kepada kita umat Nya?
Mari kita koreksi dan kembali kepada fitrahnya bahwasannya Tuhan menciptakan Alam dan Manusia untuk berinteraksi mutualisme satu dengan lainnya. Alam disediakan untuk kita dan kita diperintah untuk mengelola alam ini. Tetapi apa yang terjadi, manusia ibarat parasit bagi alam yang dihuninya.
Lihat saja penebangan dan penggundulan hutan dimana-mana dengan tidak menanaminya kembali. Manusia hanya tahu menguras aset alam ini dengan tidak memelihara dan melestarikan alam tersebut. Hutan telah disulap manusia menjadi sebuah kota yang penuh hiruk pikuk dan hanya mementingkan kepentingan individu yang menghuninya.
Memang masayarakat internasional sudah lama merasakan apa yang dinamakan global warming dan climate change tersebut dengan tidak berbuat apa-apa untuk meminimalisir efek dari global warming tersebut. Pemerintah Indonesia dalam hal ini sudah memulai gerakan melestarikan lingkungan ini dengan slogan “Go Green Indonesia” dengan program menanam sejuta pohon dan program-program lainnya.
Bukan sebuah tugas yang hanya diemban oleh pemerintah saja, tetapi seluruh pihak dari desa sampai kota, dari anak-anak sampai orang tua turut berperan aktif dalam memelihara dan melestarikan lingkungan disekitar kita.
Mulailah dari rumah kita dalam lingkungan skop kecil, kemudian masuk ke lingkungan sekolah, kantor, fasilitas-fasilitas umum hingga ke lingkungan pemerintahan. Mari kita lestarikan lingkungan kita.

Comments are closed.