Hormati Orang Tuamu dan Jadilah Teladan Bagi Anak-Anakmu

Posted: 26 September 2010 in AGAMA
Tags: , , , , , , , , , , ,

Bagi orang Batak, merupakan sebuah tradisi dari waktu ke waktu apabila ada moment-moment tertentu, orang tua atau yang dituakan selalu memberikan nasehat/petuah kepada orang yang lebih muda. Moment-moment tersebut dapat kita lihat salah satunya pada saat seseorang yang telah selesai acara adat/resepsi pernikahan. Sekembalinya kerumah dari tempat acara pesta, pihak keluarga (hasuhuton) berkumpul bersama untuk memberikan kata-kata nasehat/petuah kepada sang pengantin. Ini merupakan tanggung jawab orang tua dalam hal mendidik dan memberikan teladan kepada anak-anaknya. Bagaimana pula feedback yang diberikan oleh seorang anak kepada orang tuanya?

Lihat bagan dibawah ini, apakah anda termasuk salah satu dari bagan dibawah ini? Bagan ini menjelaskan bahwa dari ke-3 generasi tersebut saling memiliki keterkaitan dan keterikatan yang tak terpisahkan satu dengan yang lainnya. Misalnya saja anda sebagai anak dari orang tua anda dan anda selaku orang tua pada anak-anak anda. Dalam artian anda selaku anak harus menghormati orang tua dengan mendengarkan nasehat-nasehatnya dan melakukan perintahnya serta menjauhi larangannya. Di lain sisi anda juga akan memainkan peran sebagai orang tua terhadap anak-anaknya dengan memberikan teladan kepada anak-anak anda.
———- Efesus 6:4
Orang Tua Anda ——–Anda———Anak Anda
Amsal 3:1-3 ; Efesus 6:1-3 ———
Orang tua harus dihormati dan ditaati sebagaimana kita ketahui bahwa Mereka merupakan Wakil Allah didunia ini. Merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar lagi karena yang satu ini merupakan salah satu perintah Tuhan melalui hukum taurat yang ke-5 “Hormatilah orang tuamu agar panjang umurmu di bumi yang diberikan Allah kepadamu” (Efesus 6 :2-3 ; Amsal 3 :1-2). Terkadang anak memiliki cara pandang yang berbeda terhadap orang tuanya. Ada yang beranggapan orang tua itu baik dan ada pula yang beranggapan jahat. Tetapi ingatlah sejahat apapun orang tua terhadapmu, kita mesti tetap hormat dan taat kepada mereka karena mereka merupakan Wakil Allah didunia ini.

Dari bagan diatas ada gap/jurang pemisah terhadap interaksi antara orang tua dan anak, demikian pula sebaliknya antara anak dan orang tua. Tiga faktor penyebab tidak baiknya interaksi orang tua dan anak itu yaitu :

1. Perbedaan Zaman
Zaman anda sebagai anak dari orang tua kita dulu jelas sangat berbeda dengan zaman kita sebagai orang tua dari anak-anak kita sekarang ini. Jika kita putar waktu ke zaman dulu saat kita masih anak-anak, tentu masih kita ingat kalau ayah dan ibu kita selalu mendampingi kita dan kadang berbaur dengan kita untuk bermain dan bahkan permainan tersebut dibuat sendiri oleh orang tua kita.
Coba anda bandingkan dengan anak-anak kita pada zaman kini. Dengan perkembangan zaman dan terjadinya perubahan-perubahan terlebih dibidang teknologi, sangat sulit kita jumpai orang tua sekarang seperti orang tua kita dulu dimana orang tua sekarang sibuk dengan kesibukannya masing-masing dan sang anak lebih memilih permainan yang sifatnya Hight Technology seperti bermain game station, play station, dan permainan-permainan yang sifatnya teknologi tinggi.

2. Beda Persepsi/Cara Pandang
Anak zaman kini berbeda dengan anak zaman dulu, dimana anak-anak sekarang lebih cepat dewasanya dan pingin mandiri. Sang anak zaman kini susah diatur dan terkadang memiliki persepsi/cara pandang yang berbeda dengan orang tuanya dan sering berontak apabila orang tua tidak mengikuti perkataan mereka. Terkadang sang anak sudah berani membentak dan melawan orang tuanya, bahkan keluar ucapan dari sang anak kalau orang tua itu kuper (kurang pergaulan) dan jadul (jaman dulu) yang tidak bisa mengikuti perkembangan. Selaku orang tua dari anak-anak kita hendaknya memberikan teladan yang baik kepada anak-anak kita didalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4).

3. Komunikasi
Zaman yang serba edan seperti saat ini dengan kesibukannya masing-masing, orang tua terkadang tidak memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan sang anak. Lihat saja di Jakarta, malah banyak orang tua tak sempat bicara dan bermain dengan anak-anaknya kecuali hari sabtu dan minggu. Tuntutan zaman merupakan faktor penyebabnya dimana orang tua pagi-pagi harus berangkat kerja dikala sang anak belum bangun tidur, dan sepulang kerja orang tua menjumpai sang anak sudah tidur. Faktor lain penyebab kurangnya komunikasi antara orang tua dan anak sebagian besar dipengaruhi oleh kepercayaan orang tua yang mempercayakan merawat anaknya kepada pembantu sehingga terkadang sang anak tak kenal lagi dengan orang tuanya dan bisa-bisa sang anak memanggil ayahnya “om”.

Karena itu kita selaku orang tua terhadap anak-anak kita, hendaknya mendidik anak-anak dengan kasih dan memberikan teladan dengan tindakan, ucapan dan tingkah laku yang penuh kasih sehingga sang anak hormat, patuh dan taat kepada orang tua. Demikian pula kita selaku anak dari orang tua kita hendaknya juga memiliki kasih , hormat dan taat kepada orang tua kita sebagaimana Hukum Taurat Allah. Terlebih bagi anak yang belum menjadi orang tua (orang tua sudah pernah muda tetapi anak muda belum pernah menjadi orang tua), “hormati orang tuamu agar lanjut umurmu dibumi yang diberikan Allah kepadamu”. Amin.

Comments are closed.